Tampilkan postingan dengan label Berita Tomcat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Tomcat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Maret 2012

Ada Apa Dengan Tomcat?

Gambar: Kompas.com
Suryana Slamet/Puskoptan: 
Dua tahun belakangan, Indonesia dibuat sibuk oleh serangga. Jika tahun 2011 Indonesia dibuat heboh oleh Ulat Bulu, maka kini kehebohan didatangkan oleh serangga Paederus fuscipes alias Tomcat. Berita heboh sahabat petani yang bernama Tomcat ini nyaris menenggelamkan berita sensasi issu kenaikan BBM. Ada Apa Dengan Tomcat?.

Apakah “Tomcat” itu ?
“Tomcat” sebenarnya adalah Kumbang dari genus Paederus. Lengkapnya Paederus sp. (species). Paederus ini tercatat ada banyak ragam jenis, tergantung di negara mana dia berasal.
Misalnya :
- Paederus melampus : India
- Paederus brasilensis : Brazil
- Paederus colombius : Kolombia
- Paederus fusipes : Taiwan
- Paederus peregrinus : Indonesia dan Malaysia

Tomcat Menurut Wikipedia
Tomcat disebut Semut Semai atau Serangga Tomcat (nama ilmiah: Paederus littoralis), disebut pula Kumbang Rove (Rove Beetle) atau dengan nama daerah Semut Kayap atau Charlie di Indonesia, adalah kelompok utama dari hewan beruas (Arthropoda) yang termasuk dalam keluarga besar Kumbang (Staphylinidae), terutama dibedakan oleh panjang pendeknya penutup pelindung sayap ("sayap berlapis") yang meninggalkan lebih dari setengah dari perut mereka terbuka. Dengan lebih dari 46.000 spesies dalam ribuan generasi, kelompok ini adalah keluarga kedua terbesar kumbang setelah Curculionidae (kumbang yang sebenarnya). Serangga ini termasuk kelompok serangga kuno, dengan fosil serangga tomcat diketahui dari Jaman Triassic atau pemusnahan mahluk hidup di Bumi sekitar 200 juta tahun lalu.

Anatomi: Seperti bisa diduga untuk suatu keluarga kumbang yang besar, terdapat variasi besar di antara spesies ini. Ukuran berkisar antara 1 hingga 35 mm (1,5 inci), dengan sebagian besar di kisaran 2-8 mm, dan bentuk umumnya memanjang, dengan beberapa serangga tomcat yang berbentuk bulat seperti telur. Badannya berwarna kuning gelap di bagian atas, bawah abdomen (perut) dan kepala berwarna gelap. Pada antena kumbang biasanya 11 tersegmentasi dan filiform, dengan clubbing moderat dalam beberapa generasi kumbang. Biasanya, kumbang ini terlihat merangkak di kawasan sekeliling dengan menyembunyikan sayapnya dan dalam pandangan sekilas ia lebih menyerupai semut. Apabila merasa terganggu atau terancam, maka kumbang ini akan menaikkan bagian abdomen agar ia terlihat seperti kalajengking untuk menakut-nakuti musuhnya.

Pemerian: Tomcat tidak mengigit ataupun menyengat. Tomcat akan mengeluarkan cairan secaraotomatis bila bersentuhan atau bersentuhan dengan kulit manusia secara langsung. Gawatnya, Tomcat juga akan mengeluarkan cairan racunnya ini pada benda-benda seperti baju, handuk, ataupun benda-benda lainnya. Pada jenis serangga tertentu, terdapat cairan yang diduga 12 kali lebih kuat dari bisa ular kobra. Cairan hemolimf atau toksin ini disebut sebagai 'aederin' (C24H43O9N).

"Indonesia tidak punya data dinamika populasi serangga. Sangat minim. Kalau di negara maju, mereka punya data jelas," kata Suputa  pakar serangga dan hama dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta . 

Menurut Suputa, dalam dinamika populasi jangka panjang, serangga selalu memiliki periode outbreak. Adanya outbreak terkait dengan jejaring makanan yang kompleks dan kondisi lingkungan. Pemantauan dinamika populasi serangga akan membantu mengetahui periode outbreak dan cara mengatasinya. Outbreak atau ledakan populasi tomcat bervariasi di satu tempat dengan tempat lain. Di wilayah Indonesia, belum diketahui periode outbreak-nya secara pasti.