Minggu, 16 September 2012

Contoh Proposal Agro Industri Usaha Penangkaran Benih Padi

Rice Transplanter - Cultivator

Dasar Pemikiran
Indonesia dikenal sebagai Negara Agraris, karena sebagian besar masyarakat Indonesia bertani tanaman padi dan mayoritas makanan pokok penduduk Indonesia adalah nasi, yaitu padi yang melalui beberapa proses menjadi nasi.

Bercocok tanam padi atau bersawah merupakan indentitas cultural bukan saja bagi bangsa Indonesia, juga bagi bangsa Cina, Korea, Jepang. Bertani juga ada di Itali, Perancis Selatan, Amerika Serikat dan Australia. Kemudian diikuti oleh Thailand, Vietnam dan Kamboja. Negara-negara yang memiliki basis culture pertanian di atas, mengiringi masuknya era industri manufacturing bersama pertanian yang berbasis teknologi atau agroindustri dengan melibatkan seluruh lapisan pelaku ekonomi.


Ketika industri masuk ke negara berkembang Cina, India dan Indonesia. Cina dan India lebih applicable dalam memajukan agroindustri di negaranya. Sementara Indonesia yang lebih dikenal sebagai negara agraris, justru lebih konsentrasi pada pembangunan industri non pertanian. Oleh karena itu, diversifikasi usaha pertanian menuju agroindustri perlu ditumbuhkembangkan, sehingga petani dan pelaku ekonomi pertanian di Indonesia dapat berkiprah lebih baik di arena pasar nasional dan dunia.

Bagian dari proses mata rantai produksi padi yang turut mempengarungi kualitas dan kuantitas hasil panen tanaman padi adalah Benih Padi. Investasi usaha pembenihan Padi Sebar diperlukan untuk memenuhi kebutuhan daerah akan benih padi pada setiap musim tanam. Pada saat ini kebutuhan benih padi baru dipasok oleh perum Sanghyang Sri dari Sukamandi di Subang sebanyak 1.000.000 kg/musim tanam, sedangkan kebutuhan benih padi  permusim tanam kurang lebih sebanyak 2.250.000 kg atau 4.500.000 kilogram pertahun (2 musim tanam), sehingga setiap musim tanam di Kabupaten Karawang selalu mengalami kekurangan Benih Padi.

Lokasi yang dapat dijadikan lahan penengkaran Benih Padi yaitu di Kecamatan -------------------------------- dan kecamatan lainya yang memiliki area persawahan teknis di wilayah Kabupaten Karawang.

Data Geografis
Kabupaten Karawang secara Geografis terletak antara 107o02 – 107o40  Bujur Timur dan 5056 – 6034 Lintang Selatan, dengan luas wilayah 1.753,27 Km 2 atau 175.327 ha, berarti sama dengan 3.73 % dari luas Propinsi Jawa Barat dan memiliki luas laut 4 mil x 57 Km. Hampir seluruh wilayahnya merupakan wilayah daratan dengan topografi ketinggian 0 – 5 mdpl dengan kemiringan antara 0 – 14 %, dari luas wilayah keseluruhan terdiri dari 85.731 Ha. Lahan Kering dan 89.596 Ha Area Persawahan.

Rencana Usaha
Atas dasar pemikiran di atas, kami akan mengembangkan Usaha Penangkaran Benih Padi Berkualitas melalui Usaha Penangkaran Benih Padi “-----------------------------------”. Untuk memperoleh benih yang berkualitas, perusahaan akan mengembangkan varietas padi yang berpotensi produksi tinggi sesuai persyaratan teknis yang ditentukan oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Tanaman Pangan dan Holtikultura.

Tujuan Usaha
  1. Meningkatkan Usaha di Bidang Ekonomi Pertanian.
  2. Mengembangkan Teknologi Budidaya Benih Padi Unggul Baru / varietas-varietas baru kepada para petani selaku pelaku utama dalam usaha tani.
  3. Menyediakan benih sumber bermutu yang memenuhi standar perbenihan.
  4. Meningkatkan peran swasta dalam usaha / industri pembenihan melalui kemitraan Kelompok Tani Penangkar Benih yang maju dan mandiri.
  5. Terwujudnya Jaringan Kerja Pasar Komoditi Pertanian Berkualitas dan Berdaya Saing melalui Teknologi Informasi Pertanian Terpadu.
  6. Mendapat Keuntungan yang Berkesinambungan bagi petani dan perusahaan pertanian..

Target Usaha

Dengan system manajemen yang professional, dan aplikasi teknologi budidaya yang berbasis industri, diharapkan dapat mengedepankan kemampuan posisi tawar, efisiensi, produktifitas dan profesionalisme kerja, sehingga dapat memperoleh keuntungan usaha yang lebih baik.

Badan Hukum Usaha
Nama Perusahaan    : “-----------------------------------”
Badan Hukum          : “-----------------------------------”
Sertifikasi               : “-----------------------------------”

Bahan Baku
Kabupaten Karawang sebagai penyangga atau pemasok beras di tingkat nasional, sampai saat ini masih dikenal sebagai Lumbung Padi Jawa Barat. Luas areal persawahan mencapai 89,596 Ha, dengan produksi rata - rata kurang lebih 968.506 ton pertahun. Dengan kapasitas produksi padi demikian banyak, merupakan keunggulan tersendiri bagi ketersediaan pasokan bahan baku.

Selain melimpahnya produksi padi sebagai bahan benih padi, untuk lebih menjamin pasokan padi sebagai bahan baku yang akan diproses menjadi benih berkualitas. Perusahaan akan menjalin kerjasama kemitraan dengan petani produksi melalui program kemitraan penangkaran benih, bimbingan teknis penangkaran benih padi yang berorientasi agroindustri.

Melalui hubungan kerjasama simbiosis mutualism itu, diharapkan mampu membangun hubungan emosional yang positif.  Loyalitas yang dibangun berdasarkan hubungan kerja yang saling menguntungkan, akan membuat perusahaan penangkar benih induk lebih memiliki jaminan dan akses pasokan bahan baku yang baik dan kontiniu dari kelompok tani penangkar benih.

Pemasaran
          Untuk lebih marketable, perusahaan akan mencitrakan label benih berkualitas dengan nama produsen Benih Padi “-----------------------------------”  dengan berbagai varietas bermutu. Baik benih padi yang sudah dirilis kepada petani maupun varietas yang akan dikembangkan divisi litbang “-----------------------------------”. Varietas Benih Padu yang telah direalis dan akan di produksi oleh Mitra Tani makmur adalah IR 64, Situ Bagendit, Cigeulis dan Ciherang. Selain itu, ------------------------------------ juga akan terus mengembangkan variets baru yang yang sesuai standar BPSBTPH.
         
Melalui Packaging atau kemasan yang hygienis dan berlabel, Benih Padi yang berkualitas, jaminan pasokan yang kontiniu dan harga yang kompetitif. Benih Padi “-----------------------------------” optimis dapat diterima Petani Produksi dengan brand image sebagai Benih Padi yang berkualitas, ekonomis dan layak budidaya.

Sasaran konsumen melalui Kelompok Tani, Koperasi Kelompok Tani, Kios Saprodi dan kolaborasi program Pemerintah, khususnya dengan Pemerintah Kabupaten Karawang. Setelah Produksi maksimal, “--------------------------------” selaku produsen Benih Padi akan mengembangkan atau dan menembus pasaran Benih Padi di luar wilayah Kabupaten Karawang.  

Target Produksi dan Pasar
Dari kebutuhan Benih Padi sebanyak 2.250.000 kg Permusim atau 4.500.000 Kg Pertahun. Potensi nilai ekonomi pasar Benih Padi dengan asumsi harga Benih Padi 3.500 rupiah perkilogram sebesar 7,875 milyar rupiah atau 15,750 milryar pertahun. Mengingat besarnya potensi ekonomi pasar Benih Padi, manajemen --------------------------------------------- menargetkan usaha Benih Padi dengan kapasitas produksi awal sebanyak 1.350.000 kilogram Benih Padi pertahun atau omzet pertahun ditargetkan sebesar 4.725.000.000 rupiah dengan asumsi pertumbuhan produksi sebesar 10 persen pertahun. Artinya, manajemen mentargetkan 30 persen dari total pangsa pasar Benih Padi di Karawang.

Modal Usaha
Modal usaha diperoleh dari kerjasama modal perorangan (private placement), Kerjasama Bagi Hasil atau pinjaman modal usaha dari Lembaga Keuangan Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank.

Kebutuhan modal usaha untuk mencukupi likuiditas usaha tersebut dibutuhkan modal usaha sebesar 5 milyar rupiah.

Analisa Usaha Padi, Benih Padi, Asumsi-Asumsi, Analisa Laba Rugi dan Rencana Arus Kas atau Cash Flow sebagaimana terlampir.

Manajemen keuangan
Keuangan dikelola dan dibukukan sesuai prinsif-prinsif manajemen professional dengan system Komputer Akuntansi Manajemen. Cash Flow adalah darah kehidupan perusahaan. Oleh karenanya, perusahaan akan melakukan audit internal berkala untuk mengontrol dan menjaga kesehatan keuangan perusahaan agar terhindar dari penggunaan keuangan yang tidak sesuai dengan perencanaan keuangan perusahaan.

Organisasi Perusahaan
Perusahaan akan melibatkan Tim Manajemen yang Profesional, memiliki kualifikasi yang memenuhi syarat dan sesuai dengan tantangan manajemen mutu nasional maupun Internasional. Perusahaan senantiasa mendorong Karyawan atau staf manajemen untuk tetap survive dan terus berusaha meningkatkan kemampuan sesuai dengan bidang, fungsi dan tugas masing-masing. Dengan system peduli manajemen mutu, perusahaan akan memberi insentif bagi karyawan atau staf manajemen yang mampu meningkatkan produktivitas perorangan dan tim. ( Struktur Organisasi Manajemen Terlampir)

Penutup
Demikian Proposal Usaha ini kami ajukan sebagai dasar pertimbangan mitra modal. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.


  Karawang, 10 Oktober 2006 
  “-----------------------------------”



“-----------------------------------”                                            “-----------------------------------”
            Direktur                                                                        Manajer Umum  


Contoh Proposal Lainnya:
 
KOLEKSI LENGKAP TENTANG TANAMAN OBAT, KEGUNAAN DAN KHASIATNYA

PLUS GRATIS 970 (ebook-jurnal-artikel-panduan budidaya, Contoh Proposal dll.)
Klik info selengkapnya di sini

Poskan Komentar