Selasa, 24 April 2012

Dukung TNI, Kementan Siapkan Benih Unggul, Ternak dan Penyuluh Pertanian

Kerjasama Kementan-TNI
Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung penuh pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sebagai akselerasi pembangunan pertanian dan ketahanan pangan pada wilayah – wilayah tertinggal, miskin dan terisolir. Bentuk kontribusinya meliputi pemberian bibit/ benih tanaman dan ternak, brosur/leaflet terkait pembangunan pertanian serta kegiatan penyuluhan pertanian di wilayah lokasi TMMD.

“Pada tahun 2012 ini, bantuan/bibit tersebut akan disebar pada 65 titik lokasi TMMD,” kata Menteri Pertanian, Dr. Ir. Suswono, MMA pada jumpa pers usai membuka acara Rapat Koordinasi (Rakornis) TMMD di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (18/4/2012)
Menurut Mentan, TMMD merupakan salah satu program TNI yang positif dan sangat diperlukan oleh masyarakat dalam mempercepat pembangunan di daerah, terutama di daerah yang sangat minim sentuhan program pemerintah. “Saya harap, program TMMD ini akan membuka akses masuknya program pemerintah lainnya, termasuk program pembangunan pertanian ke lokasi yang mungkin sangat sulit dijangkau,” jelasnya

Lebih lanjut dikatakan Mentan, partisipasi Kementerian Pertanian terhadap kegiatan TMMD telah dimulai sejak tahun 1980-an dan terus berlanjut sampai sekarang. "bagi Kementerian Pertanian, kegiatan TMMD tidak saja dilaksanakan untuk sekadar partisipasi terhadap kegiatan yang dikoordinasikan TNI dalam pembangunan pedesaan, tetapi juga sebagai media untuk mengakselerasi pembangunan pertanian dan ketahanan pangan pada wilayah-wilayah tertinggal, miskin dan terisolasi," jelasnya.
Terkait dengan jenis bantuan bibit oleh Kementan terhadap program TMMD, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Udhoro Kasih Anggoro mengatakan, kerja sama TNI dengan Kementan secara teknis sudah dilakukan di Kodam VII/Wirabuana. Di lokasi tersebut, tanaman padi dikawal TNI. Pada tahun lalu juga dilaksanakan di Sulawesi Selatan, setiap Kodam mengawal 25 ha lahan tanaman padi. Tahun ini rencananya diperluas menjadi 100 ha di setiap Kodam.

Di Sumatera Selatan, pemerintah juga sudah bekerja sama dengan Kodam Sriwijaya untuk pengadaan gabah dan beras Bulog. Dari target pengadaan Divre Bulog sebanyak 170 ribu ton, bisa tercapai 60 ribu ton. "Nantinya 65 titik yang pemerintah bagikan benih merupakan stimulus bagi petani. Jadi bantuan benih tersebut menjadi contoh di lapangan," katanya.
Sementara itu Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo mengatakan, kegiatan TMMD ini akan dilaksanakan selama 21 hari yakni dari 23 Mei hingga 12 Juni 2012. “Kegiatan ini dilakukan di 61 kabupaten/kota, di 70 kecamatan dan 102 desa di seluruh Indonesia dengan melibatkan 61 SSK (Satuan Setingkat Kompi) dengan 61 sasaran TMMD yang tersebar di 13 Kodam,” jelasnya.

Menurut Kasad, kegiatan fisik pada TMMD ke 88 kali ini adalah pembangunan rumah penduduk sebanyak 158 unit, pembangunan jalan sepanjang 177.350 meter, pembangunan jembatan 80 unit, pembangunan irigasi sebanyak 13 unit, serta rehabilitasi sarana dan prasarana yang rusak, terutama daerah bencana. Sementara untuk kerjasama dengan Kementerian Pertanian, berupa pengawalan pertanaman padi. "Dengan pengalaman yang telah kami lakukan selama ini, kegiatan tahun ini akan dilaksanakan terutama di daerah perbatasan,"jelasnya.


Sumber Berita : Sekretariat Jenderal Deptan

Tidak ada komentar: